Wednesday, June 25, 2014

Tips Membeli Printer Bekas

Harddisk bekas dan Mainboard Bekas sudah Raja Jempol bahas beberapa waktu yang lalu, sebelum saya bahas Processor Bekas meloncat dulu keperlengkapan lain yang sangat penting yaitu Printer. Harga printer yang lumayan maha terkadang membuat kita pilih simple saja membeli printer bekas padahal untuk perawatan/pembelian sparepart printer juga mahal. Untuk itu diperlukan kejelian dalam membeli printer bekas tersebut.



Sebelumnya perlu diketahui ada tiga jenis printer yaitu :

- Printer Tinta, yaitu printer yang menggunakan tinta cair dalam proses pencetakan yang biasanya bisa warna dan hiatm putih.

- Printer Pita, yaitu printer yang menggunakan pita dalam proses pencetakannya dan biasanya hanya hitam putih

- Printer Toner, yaitu printer yang menggunakan tinta bubuk dalam proses pencetakannya dan baiasanya cenderung lebih awet karena disertai pemasan.



Karena dari ketiga jenis printer tersebut yang harganya relatif murah dan berwarna, untuk itu saya bahas printer tinta cair saja.

Ok langsung saja mas bro bagaimana mengetahui, meneliti, mengamati, dan memeriksa printer bekas yang benar-benar masih berfungsi bagus dan tidak ada sparepart yang rusak. Sambil minum kopi susu saya paparkan langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Perlu diketahui beberapa bagian/hardware/sparepart printer yang penting dan harganya relative mahal antara lain :

 Mainboard printer

 Power supply printer

 Catridge printer

 Head printer

 Roll printer

 Kabel konektor, usb, kabel power dll relative murah



2. Ada perbedaan mendasar catridge printer Epson dengan merk lainnya ( Canon, HP dan Brother ), catridge Epson tersendiri atau terpisah dengan head, sementara canon, HP dan Brother catridge menyatu dengan Head, tak heran kalau harga catridge canon, hp dan brother relative mahal dan mudah rusak.

Raja Jempol Blog
3. Dalam membeli printer bekas jangan lihat kualitas casing yang Nampak bagus padahal printer rusak.

4. Amati catridge apakah masih orisinil, dengan melihat label yang tertempel pada bagian catridge

5. Untuk selanjutnya lakukan langkah-langkah pengujian printer dengan dasar sebagai berikut :

 Perhatikan nyala lampu, hijau tanpa kedip berarti normal

 Perhatikan bagaimana printer terkoneksi dengan computer apakah tidak ada masalah

 Saat diuji coba mencetak perhatikan hasil apakah bagus atau ada kurang bagus, bergaris, warna buram dan lain-lain, dalam proses pencetakan apakah lancar atau malah jumper paper atau kertas yang keluar rangkap



6. Bila langkah lima tidak ada masalah maka printer bisa dikatakan bagus, akan tetapi jika hasil cetak bergaris, lakukan head clean dengan mengklik menu maintanainance pada printer perhatikan hasilnya ulang 3 kali jika hasil tidak bagus dan masih bergaris itu artinya ada kerusakan pada hardware printer tersebut. Karena rumitnya printer satu sparepart dengan lainnya saling berhubungan, seperti hasil cetak bergaris atau buram bisa juga disebabkan catridge rusak, head print rusak, mainboard rusak terutama dioda dan power supply yang lemah.



7. Untuk itu dibutuhkan pengujian satu-persatu sparepart printer hingga diketahui penyebab rusaknya dengan urutan sebagai berikut :

 Uji catridge bila hasil cetak masih buruk, ganti catridge baru

 Ganti mainboard jika dengan catridge baru masih buruk juga

 Ganti power supply jika catridge dan mainboard diganti tetap buruk juga

 Jika langkah-langkah diatas tealah dilakukan ganti head printnya, karena harga head print relatif mahal maka saya letakkan yang terakhir [ nb : untuk jenis printer Epson ]

8. Dengan satu persatu pengujian diatas baru dapat diketahui kondisi printer bekas yang sebenarnya.



Itulah sedikit cara melihat/memeriksa printer bekas, saya anjurkan dalam membeli printer bekas jangan beli modifikasi toko bukan modifikasi pabrik asli, karena kebanyakan modifikasi sendiri tersebut sering membuat printer cepat rusak.

Friday, June 6, 2014

Cara mengetahui kualitas harddisk bekas

Cara mengetahui kualitas harddisk bekas, adalah artikel Raja Jempol kali ini guna memberikan sedikit informasi bagi pemakai computer maupun laptop ketika hardisk rusak atau badsector dan untuk mengganti dengan hardisk baru yang harganya lumayan mahal sehingga mesti cari harddisk bekas. Namanya juga barang bekas terkadang masih bagus terkadang malah sebaliknya tertipu karena kurang jeli dan lihat luarnya saja, padahal banyak yang polesan plus label palsu…hehehe.

Untuk itu raja jempol berikan beberapa langkah-langkah agar kita rugi dalam membeli harddisk bekas tersebut. Oke langsung saja berikut ini adalah langkah-langkahnya :



1. Sediakan peralatan kabel data dan software windows mini yang biasa ada pada HYREN Software

Raja Jempol Blog
2. Amati fisik harddisk terutama bagian baut apakah masih rapi atau sudah pernah dibongkar, piringan disk yang berbentuk bulat perhatikan juga kabel konektornya masih utuh atau sudah robek.

Raja Jempol Blog
3. Goyang-goyangkan perlahan dan sambil dengar, kalau terdengar bunyi yang tidak wajar berarti hraddisk tersebut bermasalah, biasanya kalau digoyang seperti ada benda lain didalam berbunyi tik tik tik.

4. Nyalakan hardisk dengan memakai kabel data yang dilengkapi dengan adaptor, tunggu 5-10 menit, dengarkan juga suara harddisk ketika nyala, bila terdengar tik tik ssst berarti hardisk bermasalah. Perhatikan pula temperature harddisk seberapa cepat dan seberapa panas.

5. Berikutnya hubungkan dengan computer atau laptop melalui kabel data tersebut, bila harddisk bagus maka setelah dihubungkan akan terbaca dengan cepat.

6. Coba copy beberapa files dari computer/laptop kedalam harddisk tersebut, terutama file movie, setelah dicopy coba putar files hasil copyan pada harddisk tersebut, perhatikan secara cermat.

7. Bila tahapan diatas telah dilakukan dan harddisk bekas lolos seleksi, tahapan berikutnya adalah tahapan semifinal yaitu dengan cara masukkan software windows mini, setelah itu coba format hardisk tersebut, bila berhasil diformat harddisk bisa dikatakan bagus.

8. Langkah selanjutnya adalah langkah final, ini juga tergantung pembelian harddisk bekas tersebut apakah sekedar untuk menyimpan files atau digunakan sebagai primary system program. Untuk itu cobalah untuk menginstall harddisk tersebut dengan OS baik win xp, win 7, win 8. Bila proses penginstalan berjalan normal dan tidak lama serta berat atau blue screen maka dijamin harddisk tersebut bagus.

9. Perlu diketahui kalau bisa membeli harddisk bekas minta garansi walau Cuma 1 minggu lumayan karena ada peluang kita untuk menguji harddisk tersebut dengan langkah-langkah diatas.

10. Bagaimana kalau harddisk tidak pake garansi ? caranya coba langsung ditest oleh penjual dimana anda membelinya, Cuma kudu hati-hati dan cermat, kalau saya mending tidak beli harddisk yang tanpa garansi. Hehehe…sebab pada umumnya barang-barang bekas pasti ada garansi minimal 1 minggu.



Itulah tips dari Raja Jempol agar anda tidak rugi dalam membeli hardware second, lagi-lagi jangan lihat tampilan luar yang masih mulus dan bening, sebab barang bekas tersebut bisa disulap penampilan luar bagus tapi dalamannya hancur.