Sunday, February 12, 2017

Membuat Pakan Ayam Mudah dan Murah

Ditengah mahalnya harga pakan ternak alangkah baiknya mencari alternatif agar pakan ternak terjangkau plus masih tetap mengandung gizi bagi ternak kita, terutama ternak unggas ayam. Dalam artikel kali ini Raja Jempol coba share bagaimana cara membuat sendiri pakan ayam poltry dari bahan-bahan yang ada disekitar dan mudah didapat.

Raja Jempol Blog
Ayam selain suka dengan dedak, padi, jagung,jenis biji-bijian lain ayam juga butuh sayuran dan buah-buahan untuk kelangsungan hidup mereka. Langsung saja berikut cara membuat pakan ayam sendiri yang murah dan mudah.



Pertama kali sediakan alat penggilingan, untuk pilih yang murah beli/sediakan alat penggiling daging manual/digerakkan dengan tangan yang harganya sekitar 150 s/d 200 ribu.

Raja Jempol Blog
Langkah kedua siapkan bahan-bahan untuk membuat pakan ayam tersebut diantaranya :

1. Bahan bji-bijian, bahan biji-bijian ini seperti jagung, kedelai, kacang hijau

2. Bahan buah-buahan, bahan buah yang cocok adalah pepaya

3. Bahan sayuran, ada banyak sayuran yang murah, kangkung, enceng gondok, bayam, kubis

4. Dedak, bekatul

5. Tepung ikan atau ikan-ikan kecil atau kerang hijau/kupang, bekicot.

6. Gula secukupnya atau tetes tebu.

7. Untuk ukuran formulasi masing-masing bahan tergantung untuk jenis ayam apa, kalau ayam petelor tepung ikan lebih banyak dibanding untuk pakan ayam pedaging/ayam kampung.



Setelah alat dan bahan tersedia berikutnya adalah proses pembuatannya.

1. Bahan biji-bijian jagung, kedelai, kacang hijau rendam dalam air beberapa jam hingga mengembang dengan tujuan mempermudah proses penggilingan

2. Buah pepaya yang telah masak, iris kecil-kecil seukuran yang bisa masuk penggilingan daging tersebut

3. Cacah bahan sayuran kecil-kecil

4. Setelah bahan selesai dicacah, diiris aduk dedak dengan air gula/tetes secukupnya [kental].

5. Masukkan cacahan sayuran, pepaya, tepung ikan dan bahan biji-bijian dalam adonan dedak tadi, adu hingga rata.

6. Setelah itu kukus hingga matang, dinginkan catatan proses pengkukusan ini dilakukan untuk pakan yang jumlahnya banyak dan digunakan beberapa hari. Jika hanya format sedikit dan lagsung diberikan pada ternak tidak perlu pengkukusan.

7. Selanjutnya silahkan digiling pada penggilingan daging tersebut.

8. Setelah digiling jemur hingga kering..

9. Pakan ternak siap digunakan dan disimpan untuk jangka yang lama.



Sedikit cara mudah membuat pakan ayam murah.

Friday, February 3, 2017

Makalah Hasil Wawancara Profesi

Bagi adik-adik pelajar khususnya awal menginjak SMA terkadang kesulitan membuat sebuah makalah yang biasa diberikan tugas oleh gurunya. Untuk beberapa hal dalam sebuah makalah ada Kata pengantar,Daftar Isi, sampai dengan Penutup dan Daftar pustaka ini semua bias dikarang dengan pikiran sendiri. Namun pada isi inti makalah harus dibuat berdasar penelitian secara nyata, seperti hasil observasi dan wawancara.Raja Jempol coba memberikan contoh isi inti sebuah makalah yang bertemakan wawancara dengan seorang profesi yaitu seorang bidan.

Berikut ini contoh makalahnya
:

Raja Jempol Blog



BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Bidan adalah sosok wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik.

Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya, bekerja berdasarkan keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimilikinya.



B. Tujuan

Tujuan dari wawancara dengan seorang bidan adalah sebagai berikut :

1. Agar mengetahui profesi bidan,

2. Untuk mengetahui Tugas-tugas seorang bidan,

3. Kehidupan bidan dalam keluarga daan masyarkat.



C. Nara sumber

Sebagai narasumber untuk wawancara adalah Ibu Jempol seorang bidan dilingkungan Desa Raja Jempol kecamatan Jempoler dan juga bertugas di Puskesmas kecamatan Jempoler.



D. waktu dan tempat

Wawacara dilaksanakan dirumah kediaman Bu bidan Jempol, yang juga melayani pengobatan pada warga ketika selesai bertugas di Puskesmas, pada hari minggu sore ketika masa libur waktu yang tepat untuk wawancara tersebut.





BAB II

Isi Hasil Wawancara


A. Pengertian Bidan

Bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal, dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan. Yang diakui sebagai seorang profesional yang bertanggungjawab, bermitra dengan perempuan dalam memberikan dukungan, asuhan dan nasehat yang diperlukan selama kehamilan, persalinan dan nifas, memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri serta memberikan asuhan kepada bayi baru lahir dan anak.



B. Isi wawancara

Berikut ini adalah sepuluh pertanyaan dan jawaban :

1. Apa sekolah ibu sebelum menjadi bidan ?

Sekolah yang dijalani yaitu Akademi Kebidanan ( AKBID ) yang banyak tersebar semacam STIKES, POLTEKES dan lain-lain.

2. Berapa lama untuk sekolah dalam bidang kebidanan ?

Untuk menjalani pendidikan kebidanan ada jenjang 3 tahun hingga 4 tahun.

3. Apa yang diajarkan dalam sekolah kebidanan ?

Disekolah kebidanan diajarkan berbagai ilmu tentang kesehatan, terutama kesehatan ibu hamil dan bayinya.

4. Apa syarat menjadi bidan ketika telah lulus sekolah ?

Setelah lulus, untuk menjadi seorang bidan harus mengajaukan permohonan kepihak berwenang agar mendapat status bidan resmi serta lisensi untuk membuka praktek sebagi bidan SIKB. Syarat untuk mendapatkan Surat Izin Kerja Bidan (SIKB) dan Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) adalah Surat Tanda Registrasi (STR).Sedangkan syarat untuk mendapatkan STR adalah sumpah atau janji bidan dan uji kompetensi. SIKB untuk bidan yang bekerja di desa atau yang punya wilayah kerja dan tidak diperbolehkan untuk menolong persalinan diluar wilayah kerjanya.Sedangkan SIPB, diterapkan bagi bidan yang bekerja di Rumah sakit (RS), Bidan Praktek Swasta (BPS) dan Puskesmas yang tidak mempunyai wilayah kerja.

5. Apa tugas utama bidan ?

Tugas mandiri bidan yaitu

a. Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.

b. Memberi pelayanan dasar pra nikah pada remaja dengan melibatkan mereka sebagai klien

c. Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal

d. Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien /keluarga

e. Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir

f. Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien /keluarga

g. Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan KB.

h. Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakretium dan nifas

6. Berapa lama masa tugas seorang bidan ?

Masa tugas seorang bidan sebelum menjadi bidan resmi atau PNS, ada juga bidan PTT yang datang itu ada yang suadh menjalani satu dan dua kali kontrak. Setiap kali kontrak, masa kerjanya tiga tahun, para bidan PTT bahkan sudah banyak yang diangkat sebagai PNS setelah menjalani masa tugas 8-10 tahun. Setelah menjadi PNS masa tugas selayaknya PNS.

7. Apa ada tantangan ketika awal menjadi bidan ?

Pada awal bertugas didesa tantangan utama adalah masih banyaknya warga membawa wanita-wanita hamil kedukun bayi tradisional yang masih kurang pengetahuan kesehatan dan masih mempercayai berbagai mitos, sehingga kedatangan bidan dianggap hal aneh dan dituduh miring karena tidak memepercayai berbagai macam mitos kehamilan.

8. Apa perbedaan bidan dengan dokter kandungan ?

Perbedaan antara Bidan dan dokter kandungan adalah:

a. Bidan cenderung memiliki filosofi, lebih holistik dan memandang bahwa persalinan adalah aproses yang alami. Sedangkan dokter kandungan lebih cenderung memiliki perspektif medis dan melihat kelahiran sebagai sebuah peristiwa yang risiko.

b. Bidan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu selama proses persalinan dan dalam kunjungan prenatal. sedangkan dokter kandungan mungkin hanya akan menemani pasien saat tahap akhir proses persalinan atau saat pembukaan.

c. Dokter kandungan lebih cenderung untuk menggunakan intervensi medis seperti induksi, episiotomies serta merekomendasikan caesar.

d. Bidan praktek di pusat-pusat kelahiran (RS, RB, BPS) atau mendampingi proses persalinan dirumah. tidak seperti dokter kandungan yang praktek hanya di rumah sakit atau rumah bersalin

e. Dokter kandungan dilatih sebagai ahli bedah dan dapat melakukan operasi caesar, sedangkan bidan tidak dapat melakukan operasi.

f. Dokter kandungan bisa menangani klien dengan resiko tinggi maupun risiko rendah dan sedangkan bidan hanya bisa menangani klien risiko rendah.

9. Setiap desa ada bidan masing-masing apa saling bersaing ?

Semua bidan tergabung dalam satu organisasi yang bernama Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) dalam organisasi ini para bidan dibina bahwa mereka bertugas untuk melayani warga bukan menjadikan bidan sebagai profesi untuk mengumpulkan uang semata, namun sebuah pengabdian pada masyarakat sehingga antara satu bidan dengan bidan lain saling membantu dan bekerjasama.

10. Bagaimana mengatur waktu sebagai seorang bidan dan ibu rumah tangga ?

Dalam mengatur waktu untuk melayani masyarakat sebagai bidan dan untuk memgurus keluarga sebagai ibu rumah tangga. Saya atur ketika akan berangkat ke PUSKESMAS untuk dinas terlebih dahulu menyipakan makanan, merawat anak-anak. Dan ketika pulang dinas juga membuaka layanan kesehatan dirumah pada warga.





BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan



Bidan adalah seorang yang telah menjalani program pendidikan bidan yang diakui oleh negara tempat ia tinggal, dan telah berhasil menyelesaikan studi terkait serta memenuhi persyaratan untuk terdaftar dan atau memiliki izin formal untuk praktek bidan. Bidan dalah ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat terutama bagi kalangan ibu dan bayi. Dengan ditempatkan diwilayh desa tentulah merupakan pelayan kesehatan tingkat dasar sebuah masayarakat.



B. Saran

Agar pemerintah terus berupaya mendukung profesi bidan dengan cara meningkatkan kwalitas SDM bidan melalui penyediaan fasilitas pendidikan bagi bidan.

Bagi organisasi diharapkan agar terus berupaya mengembangkan pelayanan dan pengetahuan bagi semua bidan secara adil dan merata.



Itulah contoh makalah wawancara dengan seorang berprofesi yang kebetulan dalam contoh adalah seorang bidan.makalah bisa disusun berdasar wawancara dengan siapa apakah, pilot, guru,insiyur, polisi,artis danlain-lain.

Semoga bermanfaat
.


Wednesday, January 25, 2017

Keberagaman Budaya Indonesia

Gambar Keberagaman Budaya Indonesia adalah postingan Raja Jempol kali ini untuk adik-adik pelajar yang membutuhkan gambar-gammbara, nama, dan asal dari : Lagu Daerah, Rumah Adat, Tarian Daerah, Pakaian Adat, Alat Musik Tradisional, dan Senjata Tradisonal.

Sunday, January 22, 2017

Proses Penanaman Padi

Padi adalah salah satu tanaman utama bagi para petani di Indonesia, selain karena konsumsi padi sebagai bahan makanan pokok rakyat Indonesia juga merupakan tanaman yang relatif cepat masa panenya, dalam setahun bisa dilakukan 2 kali masa tanam.

Bagimana proses dan tatacara penanaman padi, berikut ini sedikit proses penanaman padi yang umum dilakukan oleh petani di Indonesia.

1. Penyiapan lahan, lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya dengan cara mengarit/memotong dan membakarnya hingga bersih.

2. Membajak lahan, lahan yang telah bersih dibajak dengan traktor atau alat bajak, dengan tujuan membalikan tanah bagain bawah keatas serta membuat lahan jadi gembur.

3. Setelah dibajak lahan direndam dengan air, diikuti dengan pembajakan kedua agar tanah jadi rata.

4. Pembibitan, pembuatan bibit padi, bbit padi debiuat dengan cara merendam benih-benih padi beberapa hari, kemudian ditebar pada lahan pembibitan. Lahan pembibitan dibuat dengan berbagai campuran pupuk kandang atupun pupuk buatan.

Penanaman Padi
5. Setelah beberapa minggu bibit mulia tumbuh, dilakukan persiapan lahan untuk ditanami

6. Penanaman padi atau Tandur, adalah proses penanaman bibit padi yang telah dibuat kelahan yang lebih luas atau sawah

Penanaman Padi
7. Proses selanjutnya pemupukan, penyiangan, penyemprotan hama hingga padi berbuah dan siap dipanen ketika telah menguning.



Itulah sedikit proses penanaman padi, semoga bermanfaat.

Saturday, January 21, 2017

Naskah Drama Sekolah SMP

Bagi adik-adik pelajar Sekolah Menengah Pertama Raja Jempol akan sharing contoh naskah drama untuk kalian.

naskah drama pendek anak sekolah menengah pertama berikut ini :

Raja Jempol Blog

Tema :Persahabatan

Judul :Sahabat Sejati

Tokoh : Isi sendiri nama pemainnya



Amanat :Sesama teman tidak boleh bertengkar



Karakter

Airin :Sabar,Pemaaf

Nayla :Pemarah,Egois

Faby :Sabar,Penasihat

Windy :Boros,Jail

Marvel :Bijaksana dalam mengambil keputusan

Reno :Berlebihan dalam berbicara /lebay



Setting

Tempat :Asrama,Kamar,Kelas

Waktu :Malam dan Pagi

Suasana :Kacau



Alur : Maju





Adegan 1

Di sebuah asrama ada persahabatan yang terdiri dari 4 orang,yaitu Airin,Nayla,Faby dan Windy .Mereka tinggal di kamar nomor 04.

Windy :Wah,persediaan uangku habis ,padahal masih tanggal 20.

Nayla :Kamu memang boros ,belum sampai akhir bulan sudah habis .

Faby :Iya tuh windy kalau sudah habis pasti pinjam uang ku .

Windy :Kok tahu?(sambil nyengir)

Faby :Ya itu memang tradisi kamu dari dulu .

Airin :Ada apa sih ribut-ribut ?

Nayla :Biasa Windy,setiap akhir bulan .

Airin :Hmmm…!aku mau ke kamar mandi dulu (sambil berlari)



Adegan 2

Airin berlari sampai menabrak orang yang ada di depan nya.

Airin :(brekk)Sorry aku nggak sengaja .

Marvel :Lihat-lihat donk kalau jalan .

Reno :Udah apa – apaan sih vel,dia kan udah minta maaf ?

Airin :Reno,ini siapa sih?

Reno :Ini Marvel, anak baru disini .

Airin :Oh.Jadi ini anak baru yang pintar itu?

Reno ;Iya.

Marvel :Makasih udah muji aku ,aku mau minta maaf .

Airin :Sama –sama ,ya udah aku mau ke toilet dulu.Assalamualaikum.

Reno&Marvel:Walaikumsalam .



Adegan 3

Windy dan Faby bertemu dengan Airin di luar kamar mandi.

Windy :Airin kenapa tuh kok ngelamun ?

Faby :Tau tuh,kita kagetin aja yuk!.

Windy :Oke….ayo

Windy&Faby:Duorrr

Airin :Ihh.Kalian ngagetin aja sih !.

Faby :Kamu lagi apa sih kok ngelamun?

Windy :Iya nanti kesambet lo,apalagi ini di depan kamar mandi.

Airin :Aku lagi bingung nih ,aku mau pindah bangku.

Faby :Sama siapa ?

Airin :Sama Marvel anak baru yang pinter itu.

Windy :Terus gimana dengan Nayla ,dia kan sebangku sama kamu ?

Airin :Ya itu yang aku bingungin !.

Faby :Sebaiknya kamu ngomong baik-bak sama Nayla .



Adegan 4

Mereka bertiga langsung masuk ke kamar menghampiri Nayla.

Airin :Nay,aku mau bicara !.

Nayla :Iya ngomong aja .

Airin :Nay aku mau pindah bangku,aku mau sebangku sama Marvel.

Nayla :Tapi aku udah ngomong duluan sama marvel ,kalau aku mau sebangku sama dia !.(agak kesal)

Airin :Kapan kamu ngomong sama Marvel ?

Nayla :Kemarin,dia kan saudara ku .

Faby :Udah kalian kok jad bertengkar ,emangnya kenapa kalau kalian sebangku sama Marvel?

Airin :Marvel kan pinter ,terus kata ibuku kalau duduk sama anak pinter otomatis akan nular ke aku !.



Adegan 5

Tiba –tba Reno dan Marvel datang menghampiri kedepan kamar nomor 04.

Marvel :Didalam ada apa kok ribut-ribut ?.

Reno :Ketok aja pintunya.

Marvel :(dok dok dok )Assalamualaikum

Windy,Faby,Airin,Nayla :Walaikumsalam .

Faby membukakan pintu .

Faby :Ada apa malam-malam kalian datangkesini ?

Reno :Nggak papa ,tadi Cuma lewat aja,terus kebetulan ada yang ribut ribut di dalam kamar kalian.

Windy :Nggak ada apa –apa kok .

Faby :Kita bicara di luar .

Marvel :Ya udah.

Faby :Sebetulnya tadi ribut-ribut itu Airin sama Nayla bertengkar gara-gara kamu .

Marvel : Kenapa sih mereka ribut Cuma gara-gara aku .

Faby :Kamu sadar nggak sih ,mereka ribut tuh Cuma gara-gara pengen sebangku sama kamu vel !.

Marvel :Oh.Jadi gitu ?gini aja solusinya aku nggak akan duduk sebangku dengan salah satu dari mereka .

Faby :Ya udah kita samperin mereka .

Marvel :Ok kalau gitu.





Adegan 6

Faby memanggil Airin dan Nayla .

Faby :Airin ,Nayla sini!.

Nayla :Ada apa sih panggil-panggil?.

Marvel :Aku sekarang udah tau kalau kalian berantem Cuma gara-gara pengen duduk sebangku sama aku .Tapi aku nggak akan milih kalian untuk jadi teman sebangku ku!.

Nayla :Tapi kenapa ?

Airin :Iya kenapa harus gitu ?

Marvel :Karena aku nggak mau ngerusak persahabatan kalian trus aku juga udah punya teman sebangku !.

Nayla &Airin :Siapa ?.

Marvel :Reno .

Windy :Kalau Marvel lebih milih Reno terus buat apa kalian tadi bertengkar ?.

Airin :Iya ya ngapain kita tadi bertengkar Cuma buat ngerebutin sebangku sama Marvel .

Nayla :Ya udah maafin aku ya rin..(sambil tersenyum )

Airin :Iya ,aku juga minta maaf ya Nay!.

Nayla :Ya(sambil berpelukan )

Reno :Ya udah kita mau balik dulu.

Windy :Ya sana pergi pergi.

Reno & Marvel :assalamualaikum

Mereka serentak menjawab “walaikumsallam”



Adegan 7

Keesokan harinya mereka berempat pergi bersama menuju ke kelas .

Windy :cie cie ada yang udah akur ni ye .

Airin :Ngeledek nie?

Nayla :Iya nih Windi bisanya Cuma ngeledek orang aja .

Windy :Siapa juga yang ngeledek,kan beneran kamu sama Airin udah baikan .

Faby :Udah-udah kok malah ledek-ledekan sih.

Airin :Iya tau nih Windy .

Faby :Mending kita sekarang cepat-cepat masuk kelas daripada ntar terlambat .



Adegan 8

Saat di kelas ,mereka bertemu dengan Marvel.Airin menyapa Marvel .

Airin :Selamat pagi Marvel!.

Marvel :Selamat pagi juga !.

Nayla :kamu kok kecentilan banget sih rin.

Airin :Siapa juga yang kecentilan ,aku kan Cuma menyapa !.

Nayla :Kamu itu ya…ihh…!(meninggalkan Airin )

Faby :Haduhh… kalian kok berantem terus sihh?

Reno :Iya baru tadi malam baikan sekarang udah bertengkar lagi .

Airin :Masak iya sih salah ku ?

Windy :Teman –teman tadi kenapa? kok Nayla kelihatan kesel .

Airin :Gak tau tuh Nayla ,tadikan aku Cuma nyapa Marvel tapi dibilang kecentilan .

Windy :Ya udah biarin aja dia sendirian dulu .

Airin :He’emmbbb



Adegan 9

Kring …kring…kring… bel istirahat berbunyi .Semua siswa keluar dari kelas .Tinggal Airin,Nayla,Faby ,dan Windy.

Airin :Nay,kamu jangan cuekin aku donk!.

Nayla :Siapa juga yang cuekin kamu !.

Airin :La itu buktinya kamu diemin aku terus waktu pelajaran

Nayla :Yo piye to…wong pelajaran kok di kongkon rame …???

Airin :Kamu ngomong apa an sih aku ora ngerti .(sambil berfikir)

Windy :Iya kamu ngomong apa sih nay?

Faby :Waduhh…ternta Nayla ngeluarin ciri khas nya nih!.

Nayla :Ciyuss masalah buat loh…

Airin :Kamu masih cuek nay sama aku?

Nayla :Ora rin.(Nayla cetus)

Airin :Kalau aku punya salah aku minta maaf nay(Airin bersedih hati).

Nayla :Kalau aku nggak mau gimana?

Faby :Nayla kamu jangan egois,kita itu sahabat.

Nayla :Feb,kamu kok marah sama aku?

Faby :Aku nggak marah ,aku Cuma ngingetin kamu .Kamu itu ya selalu salah paham.Kamu itu kayak anak kecil tau nggak sih!.

Windy :Feb kamu jangan marah-marah ,kamu itu kan anak yang sabar .

Faby :Astagfirullahhaladzim…,maaf Nayla aku khilaf.

Nayla :Pokoknya aku masih kesel sama Airin dan aku merasa kalau Faby udah nginjek-nginjek harga diri ku titik.

Airin :Ya udah terserah kamu



Marvel &Reno masuk ke kelas

Marvel :Woww ada yang ngerebutin aku lagi ya?

Windy :Kamu jangan ge’er !.

Reno :Bener –bener persahabatan yang cetar membahana badai menggelegar bagai di cakrawala .

Faby :Kamu harus menyadari Nay kalau kamu itu egois dan kalau kamu udah menyadari sebaiknya kamu nggak ngelakuin lagi!

Nayla :Maafin aku temen-temen aku udah egois ,aku udah sadar dan aku nggak akan ngelakuin nya lagi.aku janji sama kalian .

Airin :Aku jadi seneng dengernya.

Faby :Kita akan jadi sahabat selamanya .



Windy :Best Friends Forever

Reno :Betul tuh betul !!!



Akhirnya mereka menjadi sahabat sekarang dan selamanya .


Monday, November 28, 2016

Cerita Cekak Bahasa Jawa








Kesemsem
Rupane Lali Atine


 “Engkok mari jam
kuliah ayo nang perpustakaan.” Omongane Dila ngageti aku lan mbuyarake
lamunanku.


“Ha.. apa apa?Awakmu mau ngomong apa?”


“Oo ancene dijak ngomong malah ngelamun, engkok bubar kuliah ayo nang
perpus.”


“Mesti nang perpus hmm awakmuseneng ambek mas-mas anyar sing njogo
perpus kuwi ya...? Jarene seh ganteng.”


“Hush.. lek ngomong ojok ngawur jelas ae igaklah wong kenal ae yo igak.”


“Hahaha”


Ngguyuku nutup omonganku
mbek sahabat apikku Dila Sari sing akrab tak celuk Dila. Aku ndue hobi sing
pada karo dheweke yaiku pada-pada seneng maca, maca novel maksud e duduk maca pelajaran.
Dila senengane novel horor biasalah dheweke ancen kaya arek lanang, kendel, ayu
lan senengane panganan pedes.


“Ayo Ra! Suene seh.” Jare Dila teko njobo jeding karo ubrak-ubrak aku
nggupuhi.


“Iya sek talah dilut.”


“Wes gak sabar maca novel anyar aku iki jarene uapik novele e.”


“Mbadek novel horor hmm.” Jareku ambek metu teko jeding.


“Iyolah wes ayo cepetan Ra.”


Pas wis tutuk perpus Dila
ndolek buku sing judule psikopat dheweke ndolek semangat banget nanging ora
ketemu-ketemu. Terus moro-moro ana arek lanang sing kira-kira 4-5tahunan
ndukurku sing nawari ngewangi ndolek buku. Tak delok Dila raine abang meneng
wae ora bisa lapo-lapo.


“Mbak ndolek buku napa? Bekne kula saget mbantu.” Jare
arek lanang kuwi mbek mesem enak dideleng.


Tak delok Dila jek meneng
ae. Paling dheweke terpesona karo arek lanang kuwi sing jareku ancen ganteng
seh.


“Mbak? Hallo mbake?” jare arek lanang iku
maneh ambek ndadah-ndadahno tangane nang mripat e Dila sing ora ketip blas.


“Oh iku anu mas kate ndolek buku ganteng.”


“Ha? Buku ganteng? Karangane sapa mbak? Emang ana ta?”


“Eh... eh... ora mas maksude mas e ganteng, aaaaah ora ora mas spurane
salah ngomong. Iku kate ndolek buku psikopat.”


“Oh psikopat mau nang rak iki mbak, tapi kok ganok ya? Sek tak dolekno
mbak.”


Arek lanang kuwi mlaku
ngadoh teko Dila. Dila langsung ambekan gedhe tapi raine sek abang haha lucu
ndelok Dila kaya ngene. Kaet iki aku ero dhewekeseneng karo arek lanang. Sak
durunge iku dheweke biasa wae lek ketemu arek lanang bah iku ganteng bah iku
keren pokoke Dila cuek yen masalah cah lanang.


“Bukune sing iki ta mbak?” jare cah lanang kuwi mbek nduduhake buku
psikopat jalukane Dila


“Wah iya mas, suwun ya mas.” Jawabe Dila mbek rai sumringah.


“Iya mbak.”


Wajah e sumringah
banget kaya kaya wong sing paling bahagia sak ndunya. Terus dheweke marani aku
sing apen-apen maca novel, padahal ket mau ndelok dheweke karo arek lanang
kuwi.


“Eh Ra awakmu ero arek lanang sing ngewangi aku ndolek buku iki mau ta? Lek
menurutmu yok opo Ra?”


“Apane sing yok opo?”


“Yo areke, ganteng gak Ra?”


“Mmm.. ganteng kok, awakmu seneng ya...?”


“Gak ero Ra, rasane mau pas arek e nang cedhakku rasane aku kaya
melayang .”


“Wok ala lebay.”


“Hahaha”


“Sssst aja rame iki perpus La.” Jareku mbek terus maca novel.


Isuke nang kampus.


“Hey Ra, wis sarapan ta? Ayo sarapan tak traktir.”
Dila nyapa aku karo ngguya-ngguyu kaya e jek kepikiran cah lanang wingi.


“Lek kate nraktir mbok ya ngomong ket wingi hmm aku
wes sarapan La.”


“Alhamdulillah gak sido nraktir hahaha.”


“Ooo ancene awakmu gak niat nraktir La.” Jawabku mbek
njiwit pipine sing rada tembem kuwi.


Bosen rasane bendina ketemu Dila terus. Tapi seneng yoan Dila areke
apikan, aku wis ngganggep dheweke kaya dulurku dewe. Ancen aku karo Dila wis
kenal ket jaman SMA sing sak kelas ditambah maneh iki sak Kuliahan sak jurusan
pisan, tambah kenal raket kaya seduluran kandung. Nang endi-endi mesti ambek Dila,
apa maneh ibuku masrahake aku nang Dila hmm ancen seh Dila luwih kendel teko
aku hehe.


“Ra ayo nang perpus.” Ajak dila sak marine jam kuliah
bubrah.


“Eala nang perpus maneh, bukuku durung entek sing
wingi mosok nang perpus maneh?”


“Yeee kan bisa diwaca nang kono Ra, mosok nang perpus
pas nyilih buku tok? Ayolah Ra aku kangen karo mas-mas wingi.” Dila ngerayu aku
sampek melas banget raine.


“Hmm yowes yowes tapi engko traktir kebab lo?”


“Oo sahabat macem opo kowe Ra hahaha gak tulus.”


“Ayolah kebab ya ya ya?” giliranku ngerayu.


“Iyawes.”


Pas wis nang perpus Dila clingak-clinguk apen apen ndolek buku maneh
padahal aslie yo ambek ndolek mas e sing wingi. Ancen arek iki sangar kok.


“Eh mbak iki wingi.” Akhire sing dikarepno Dila teka
gawe kaos oblong biru dongker karo clana cekak lepis sing nggarai ketok santai.


“Eh mas iki wingi.” Jare Dila karo mesem diayu- ayuno.


“Ndolek buku apa maneh mbak? Kok cepet e bukune entek?
Eh kenalan mbak aku Yoga.”


“Iya mas wis entek iki bingung kate ndolek buku apa
maneh. Aku Dila” jawabe karo salaman.


Sak marine iku Dila karo Yoga kenal cedhak. Yoga yo wis kenal aku
gara-gara dicritani karo Dila. Ketok e Dila seneng karo Yoga, tapi lek
menurutku Yoga jek biasa ae karo Dila. Saiki aku jarang dolan karo Dila, Dila
yo wis jarang crita nang aku tentang Yoga. Dheweke sibuk karo kuliah e lan
sibuk dolan karo Yoga. Aku wis bisa maklum pancen ngunu paling, sak raket-raket
e kekancan yen wis kena cah lanang bakal kalah karo iku. Aku ngerasa dinaku
sepi ora ana sing ngreceki, ora ana sing ngguyoni padahal biasae dinaku gak
ngarah gak ana Dila. Tapi saiki dheweke jarang ketemu aku, sampe aku kangen.


“Hei Ra.” Suara iki gak asing teka kupingku aku ero
iki pasti Dila.


“Eh Dila, nang endi ae rek gak tau ketok, padahal
biasae gandheng terus karo aku.”


“Iya Ra spurane aku saiki jarang karo awakmu.”


“Ngerti kok kan wis karo Yoga hehe.” Jawabku karo rada
kecewa.


“Aja ngunu ta Ra... aku wis jadian karo Yoga ayo saiki
tak traktir, spurane saiki aku jarang karo awakmu.”


“Wah selamat yo... temenan ditraktir iki?”


“Iyolah awakmu lak sahabatku seh.”


Akhire rasa kangenku ilang. Aku karo Dila mangan-mangan nang warung e mbak
Eem ambek omong-omongan ngalor ngidul. Crita Yoga pas nembak. Jare Dila, Yoga
nembak e romantis banget yaiku ngekeki novel horor sing judule mirror sing oleh
tanda tangan pengarange lan nisore ana tulisane yen Yoga seneng karo Dila lan
kepingin Dila dadi pacare. Akhire wong loro kuwi jadian. Tibane bener jareku
Dila jarang karo aku gara-gara Yoga wis dadi pacare. Paling wis lali karo aku.
Aku ngerasa cemburu Dila wis juarang nemui aku. Mek iki mau tok gawe nraktir
ngeryakno yen wis pacaran karo Yoga.


“Ra mulih yuk! Wes sore.”


“Iya ayo” jawabku karo ringkes-ringkes tas.


“Tapi aku disusul Yoga Ra, awakmu mulih dewe gak
apa-apa kan?”


“Oala iya, balik sek yo La suwun traktirane.”


Aku mulih dewe numpak
bis gawe tutuk kos-kosan sing adohe kira-kira 4km teko nggonku kuliah. Ing
perjalanan aku ngerasa kecewa banget karo Dila. Ternyata ancen sahabat sak raket-rakete
yen salah siji wis due pacar pasti bakal kaya ngene. Akungerasa dilalino karo
Dila. Tapi gak apa-apa aku ngerti yen mene ana butuhe pasti mbalik nang aku.


Suwe saka kejadian iku
aku malah blas gak ketemu Dila. Sampek kate UAS sampek preian sampek aku balik
nang Jawa Timur nang omahku aku gak ketemu Dila blas padahal aku kate pamit yen
arep mulih sambang ibu lan bapak ing Jawa Timur. Akhire aku balik, tanpa Dila
ero yen aku ngentekno liburan nang tanah Jatim padahal rencanae biyen aku karo
Dila kate liburan bareng, mulih balik nang Jatim bareng tapi aku wis ndoleki
Dila mesti ora pethuk sampek aku pegel putus asa aku mbalik dewe nang Jatim. Rada
suwe ing omah moro-moro Dila ana ing mbale omahku.


“Lo Dila kok tutuk kene?”


Dila nggak njawab tapi langsung ngerangkul aku. Pas iku aku ngerasa
mangkelku nang Dila ilang ganti rasa sakno marang dheweke.


“Ana apa La?” takonku penasaran. Tapi dila malah
nangis lan ngerangkul aku balik.


“Ojok ninggalno aku Ra, aku emo kelangan sahabat kaya
awakmu. Sepurane telung wulan wingi aku gak nemoni awakmu aku salah Ra sepurane
sing akeh.” Jawabe Dila karo seseguk nangis tambah banter.


“Hey aku gak ninggalno awakmu La. Aku nang kene aku
bakal mesti ana kanggo awakmu. Awakmu ana apa? Ana masalah apa?.”


Suwe suwe Dila gelem
cerita yen dhewek e putus karo Yoga gara-gara ternyata Yoga iku playboy pacare
sak ambrek nang endi-endi ana. Pancen Yoga ganteng tapi sifate sing ala. Dila
ngerasa digawe dulinan dimanfaatake sampe sepeda motore Dila didol karo Yoga
sing jarene kate gawe dp omah anyar gawe masa depan e Dila, padahal gawe
nukokno pacare sing liyane kosmetik sing larang. Dila kecewa banget karo Yoga.
Aku mung iso nuturi sing sabar wae wis kabeh digawe pelajaran aja dibaleni
maneh. Mene mben yen kate pacaran didelok dhisik diselidiki arek kuwi sifat e
apik tenan ta gak, aja kayak ngene maneh, gopoh kesemsem gantenge ternyata
sifate ala. Percuma ganteng lek sifate kaya ngunu ya sapa gelem. Dila
ngerangkul aku raket banget kaya kaya gak gelem kelangan aku. Jarene dheweke
ngerasa salah amarga ngelalekno aku pas dheweke seneng pacaran karo Yoga. Dila
njauk sepura balak-balik sing tak deleng tulus banget ucapane. Banjur aku
nyepurani lan nerima Dila dadi sahabatku maneh sak marine aku jengkel banget
karo dheweke.


Sak mari iku Dila yo mulih
nang omahe ibu lan bapake sing pada nang Jawa timur mung beda kecamatan wae
karo omahku. Terus mutusake yen bakal liburan karo aku nang Bromo Tengger
Semeru. Akhire aku liburan karo Dila tok wong loro nang Bromo seneng banget
rasane persahabatnku karo Dila bisa apik maneh.


“Engkok mari jam kuliah ayo nang perpustakaan.”
Omongane Dila ngageti aku lan mbuyarake lamunanku.


“Ha.. apa apa?Awakmu mau ngomong apa?”


“Oo ancene dijak ngomong malah ngelamun, engkok bubar kuliah ayo nang
perpus.”


“Mesti nang perpus hmm awakmuseneng ambek mas-mas anyar sing njogo
perpus kuwi ya...? Jarene seh ganteng.”


“Hush.. lek ngomong ojok ngawur jelas ae igaklah wong kenal ae yo igak.”


“Hahaha”


Ngguyuku nutup
omonganku mbek sahabat apikku Dila Sari sing akrab tak celuk Dila. Aku ndue
hobi sing pada karo dheweke yaiku pada-pada seneng maca, maca novel maksud e
duduk maca pelajaran. Dila senengane novel horor biasalah dheweke ancen kaya
arek lanang, kendel, ayu lan senengane panganan pedes.


“Ayo Ra! Suene seh.” Jare Dila teko njobo jeding karo ubrak-ubrak aku
nggupuhi.


“Iya sek talah dilut.”


“Wes gak sabar maca novel anyar aku iki jarene uapik novele e.”


“Mbadek novel horor hmm.” Jareku ambek metu teko jeding.


“Iyolah wes ayo cepetan Ra.”


Pas wis tutuk perpus
Dila ndolek buku sing judule psikopat dheweke ndolek semangat banget nanging
ora ketemu-ketemu. Terus moro-moro ana arek lanang sing kira-kira 4-5tahunan
ndukurku sing nawari ngewangi ndolek buku. Tak delok Dila raine abang meneng
wae ora bisa lapo-lapo.


“Mbak ndolek buku napa? Bekne kula saget mbantu.” Jare
arek lanang kuwi mbek mesem enak dideleng.


Tak delok Dila jek
meneng ae. Paling dheweke terpesona karo arek lanang kuwi sing jareku ancen ganteng
seh.


“Mbak? Hallo mbake?” jare arek lanang iku
maneh ambek ndadah-ndadahno tangane nang mripat e Dila sing ora ketip blas.


“Oh iku anu mas kate ndolek buku ganteng.”


“Ha? Buku ganteng? Karangane sapa mbak? Emang ana ta?”


“Eh... eh... ora mas maksude mas e ganteng, aaaaah ora ora mas spurane
salah ngomong. Iku kate ndolek buku psikopat.”


“Oh psikopat mau nang rak iki mbak, tapi kok ganok ya? Sek tak dolekno
mbak.”


Arek lanang kuwi mlaku
ngadoh teko Dila. Dila langsung ambekan gedhe tapi raine sek abang haha lucu
ndelok Dila kaya ngene. Kaet iki aku ero dhewekeseneng karo arek lanang. Sak
durunge iku dheweke biasa wae lek ketemu arek lanang bah iku ganteng bah iku
keren pokoke Dila cuek yen masalah cah lanang.


“Bukune sing iki ta mbak?” jare cah lanang kuwi mbek nduduhake buku
psikopat jalukane Dila


“Wah iya mas, suwun ya mas.” Jawabe Dila mbek rai sumringah.


“Iya mbak.”


Wajah e sumringah
banget kaya kaya wong sing paling bahagia sak ndunya. Terus dheweke marani aku
sing apen-apen maca novel, padahal ket mau ndelok dheweke karo arek lanang
kuwi.


“Eh Ra awakmu ero arek lanang sing ngewangi aku ndolek buku iki mau ta?
Lek menurutmu yok opo Ra?”


“Apane sing yok opo?”


“Yo areke, ganteng gak Ra?”


“Mmm.. ganteng kok, awakmu seneng ya...?”


“Gak ero Ra, rasane mau pas arek e nang cedhakku rasane aku kaya
melayang .”


“Wok ala lebay.”


“Hahaha”


“Sssst aja rame iki perpus La.” Jareku mbek terus maca novel.


Isuke nang kampus.


“Hey Ra, wis sarapan ta? Ayo sarapan tak traktir.”
Dila nyapa aku karo ngguya-ngguyu kaya e jek kepikiran cah lanang wingi.


“Lek kate nraktir mbok ya ngomong ket wingi hmm aku
wes sarapan La.”


“Alhamdulillah gak sido nraktir hahaha.”


“Ooo ancene awakmu gak niat nraktir La.” Jawabku mbek
njiwit pipine sing rada tembem kuwi.


Bosen rasane bendina ketemu Dila terus. Tapi seneng yoan Dila areke
apikan, aku wis ngganggep dheweke kaya dulurku dewe. Ancen aku karo Dila wis
kenal ket jaman SMA sing sak kelas ditambah maneh iki sak Kuliahan sak jurusan
pisan, tambah kenal raket kaya seduluran kandung. Nang endi-endi mesti ambek
Dila, apa maneh ibuku masrahake aku nang Dila hmm ancen seh Dila luwih kendel
teko aku hehe.


“Ra ayo nang perpus.” Ajak dila sak marine jam kuliah
bubrah.


“Eala nang perpus maneh, bukuku durung entek sing
wingi mosok nang perpus maneh?”


“Yeee kan bisa diwaca nang kono Ra, mosok nang perpus
pas nyilih buku tok? Ayolah Ra aku kangen karo mas-mas wingi.” Dila ngerayu aku
sampek melas banget raine.


“Hmm yowes yowes tapi engko traktir kebab lo?”


“Oo sahabat macem opo kowe Ra hahaha gak tulus.”


“Ayolah kebab ya ya ya?” giliranku ngerayu.


“Iyawes.”


Pas wis nang perpus Dila clingak-clinguk apen apen ndolek buku maneh
padahal aslie yo ambek ndolek mas e sing wingi. Ancen arek iki sangar kok.


“Eh mbak iki wingi.” Akhire sing dikarepno Dila teka
gawe kaos oblong biru dongker karo clana cekak lepis sing nggarai ketok santai.


“Eh mas iki wingi.” Jare Dila karo mesem diayu- ayuno.


“Ndolek buku apa maneh mbak? Kok cepet e bukune entek?
Eh kenalan mbak aku Yoga.”


“Iya mas wis entek iki bingung kate ndolek buku apa
maneh. Aku Dila” jawabe karo salaman.


Sak marine iku Dila karo Yoga kenal cedhak. Yoga yo wis kenal aku
gara-gara dicritani karo Dila. Ketok e Dila seneng karo Yoga, tapi lek
menurutku Yoga jek biasa ae karo Dila. Saiki aku jarang dolan karo Dila, Dila
yo wis jarang crita nang aku tentang Yoga. Dheweke sibuk karo kuliah e lan
sibuk dolan karo Yoga. Aku wis bisa maklum pancen ngunu paling, sak raket-raket
e kekancan yen wis kena cah lanang bakal kalah karo iku. Aku ngerasa dinaku
sepi ora ana sing ngreceki, ora ana sing ngguyoni padahal biasae dinaku gak
ngarah gak ana Dila. Tapi saiki dheweke jarang ketemu aku, sampe aku kangen.


“Hei Ra.” Suara iki gak asing teka kupingku aku ero
iki pasti Dila.


“Eh Dila, nang endi ae rek gak tau ketok, padahal
biasae gandheng terus karo aku.”


“Iya Ra spurane aku saiki jarang karo awakmu.”


“Ngerti kok kan wis karo Yoga hehe.” Jawabku karo rada
kecewa.


“Aja ngunu ta Ra... aku wis jadian karo Yoga ayo saiki
tak traktir, spurane saiki aku jarang karo awakmu.”


“Wah selamat yo... temenan ditraktir iki?”


“Iyolah awakmu lak sahabatku seh.”


Akhire rasa kangenku ilang. Aku karo Dila mangan-mangan nang warung e
mbak Eem ambek omong-omongan ngalor ngidul. Crita Yoga pas nembak. Jare Dila,
Yoga nembak e romantis banget yaiku ngekeki novel horor sing judule mirror sing
oleh tanda tangan pengarange lan nisore ana tulisane yen Yoga seneng karo Dila
lan kepingin Dila dadi pacare. Akhire wong loro kuwi jadian. Tibane bener
jareku Dila jarang karo aku gara-gara Yoga wis dadi pacare. Paling wis lali
karo aku. Aku ngerasa cemburu Dila wis juarang nemui aku. Mek iki mau tok gawe
nraktir ngeryakno yen wis pacaran karo Yoga.


“Ra mulih yuk! Wes sore.”


“Iya ayo” jawabku karo ringkes-ringkes tas.


“Tapi aku disusul Yoga Ra, awakmu mulih dewe gak
apa-apa kan?”


“Oala iya, balik sek yo La suwun traktirane.”


Aku mulih dewe numpak
bis gawe tutuk kos-kosan sing adohe kira-kira 4km teko nggonku kuliah. Ing
perjalanan aku ngerasa kecewa banget karo Dila. Ternyata ancen sahabat sak
raket-rakete yen salah siji wis due pacar pasti bakal kaya ngene. Akungerasa
dilalino karo Dila. Tapi gak apa-apa aku ngerti yen mene ana butuhe pasti
mbalik nang aku.


Suwe saka kejadian iku
aku malah blas gak ketemu Dila. Sampek kate UAS sampek preian sampek aku balik
nang Jawa Timur nang omahku aku gak ketemu Dila blas padahal aku kate pamit yen
arep mulih sambang ibu lan bapak ing Jawa Timur. Akhire aku balik, tanpa Dila
ero yen aku ngentekno liburan nang tanah Jatim padahal rencanae biyen aku karo
Dila kate liburan bareng, mulih balik nang Jatim bareng tapi aku wis ndoleki
Dila mesti ora pethuk sampek aku pegel putus asa aku mbalik dewe nang Jatim.
Rada suwe ing omah moro-moro Dila ana ing mbale omahku.


“Lo Dila kok tutuk kene?”


Dila nggak njawab tapi langsung ngerangkul aku. Pas iku aku ngerasa
mangkelku nang Dila ilang ganti rasa sakno marang dheweke.


“Ana apa La?” takonku penasaran. Tapi dila malah
nangis lan ngerangkul aku balik.


“Ojok ninggalno aku Ra, aku emo kelangan sahabat kaya
awakmu. Sepurane telung wulan wingi aku gak nemoni awakmu aku salah Ra sepurane
sing akeh.” Jawabe Dila karo seseguk nangis tambah banter.


“Hey aku gak ninggalno awakmu La. Aku nang kene aku
bakal mesti ana kanggo awakmu. Awakmu ana apa? Ana masalah apa?.”


Suwe suwe Dila gelem
cerita yen dhewek e putus karo Yoga gara-gara ternyata Yoga iku playboy pacare
sak ambrek nang endi-endi ana. Pancen Yoga ganteng tapi sifate sing ala. Dila
ngerasa digawe dulinan dimanfaatake sampe sepeda motore Dila didol karo Yoga
sing jarene kate gawe dp omah anyar gawe masa depan e Dila, padahal gawe
nukokno pacare sing liyane kosmetik sing larang. Dila kecewa banget karo Yoga.
Aku mung iso nuturi sing sabar wae wis kabeh digawe pelajaran aja dibaleni
maneh. Mene mben yen kate pacaran didelok dhisik diselidiki arek kuwi sifat e
apik tenan ta gak, aja kayak ngene maneh, gopoh kesemsem gantenge ternyata
sifate ala. Percuma ganteng lek sifate kaya ngunu ya sapa gelem. Dila
ngerangkul aku raket banget kaya kaya gak gelem kelangan aku. Jarene dheweke
ngerasa salah amarga ngelalekno aku pas dheweke seneng pacaran karo Yoga. Dila
njauk sepura balak-balik sing tak deleng tulus banget ucapane. Banjur aku
nyepurani lan nerima Dila dadi sahabatku maneh sak marine aku jengkel banget
karo dheweke.


Sak mari iku Dila yo
mulih nang omahe ibu lan bapake sing pada nang Jawa timur mung beda kecamatan
wae karo omahku. Terus mutusake yen bakal liburan karo aku nang Bromo Tengger
Semeru. Akhire aku liburan karo Dila tok wong loro nang Bromo seneng banget
rasane persahabat
anku karo Dila bisa
apik maneh.